large image
CAMAT

H. Juhadi M Syukur, ST, MM
NIP. 19680305 200212 1 002
SEKILAS KOTA CILEGON
PENGUMUMAN
AGENDA
PUSAT UNDUHAN
Klik Gambar di Bawah ini
LINK TERKAIT


Sejarah
Bagikan Artikel ini :

SEJARAH KECAMATAN PULOMERAK

Kecamatan Pulomerak merupakan salah satu dari 8 (delapan) Kecamatan yang berada di wilayah Pemerintah Daerah Kota Cilegon yaitu Cibeber, Cilegon, Ciwandan, Jombang, Citangkil, Grogol dan Purwakarta dengan luas wilayah 2006,99 Ha dengan wilayah binaan terdiri dari 4 Kelurahan. Adapun kelurahan yang termasuk kedalam wilayah Kecamatan Pulomerak adalah sebagai berikut:

  1. Kelurahan Mekarsari
  2. Kelurahan Tamansari
  3. Kelurahan Lebakgede
  4. Kelurahan Suralaya

Kecamatan Pulomerak berada di antara perbatasan wilayah sebagai berikut:

  • Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Sunda
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Bojonegara Kab Serang
  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Puloampel Kab Serang
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Grogol

Secara Geografis Wilayah Kecamatan Pulomerak berada di bagian ujung Kota Cilegon dan terletak pada garis antara  106°0’0’’E -106?2’30’’E Lintang Selatan (LS) dan 5°52’30”S-5?57’30’’S Bujur Timur (BT). Luas daratan Kecamatan Pulomerak adalah 1829,99 Ha. Luas daerah terbesar adalah Kelurahan Lebakgede dengan luas 683,00 Ha  atau 38,12% dan luas daerah terkecil adalah kelurahan Tamansari dengan luas 332,00 Ha atau 11,19% .

Karakteristik social budaya masyarakat Pulomerak, tidak terlepas dari sejarah Kesultanan Banten sebagai pusat penyebaran Agama Islam dan identik dengan budaya ke islamannya.

Budaya yang bernafaskan Islam ini sangat mewarnai kehidupan keseharian masyarakat Pulomerak, serta perannya sebagai pusat syiar Islam  masih bertahan  saat ini. Hal ini terlihat dari banyaknya fasilitas peribadatan maupun pendidikan madrasah, baik dilingkungan wilayah Pulomerak terhadap tokoh-tokoh agamanya ( Ulama ) sangat tinggi sehingga banyak di jumpai tokoh-tokoh yang berperan sebagai pemimpin informal.

Sekalipun demikian, dalam perkembangannya masyarakat Pulomerak sangat terbuka dalam menerima perubahan yang terjadi serta datangnya pengaruh budaya lain akibat adanya industrialisasi di wilayah ini. Sejauh perubahan dan budaya tersebut tidak bertentangan dengan norma-norma budaya dan agama masyarakat Pulomerak. Secara sederhana hal ini terlihat dari dapat berbaurnya kehidupan antara masyarakat asli Pulomerak dengan pendatang dalam satu lingkungan permukiman. Dengan demikian dalam melakukan kegiatan pembangunan dan pengembangan di Kecamatan Pulomerak tidak di jumpai adanya hambatan social budaya, sepanjang kegiatan yang dilakukan tersebut masih dalam batas rambu-rambu serta norma-norma budaya dan agama masyarakat Pulomerak.

KONTAK
Klik Gambar di Bawah ini
POOLING

Bagaimana menurut pendapat anda tentang layanan di website ini?

Kurang
Cukup
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Hasil Polling
DOKUMENTASI
SOSIAL MEDIA